Entah kenapa tiba-tiba terbesit sesuatu dalam pikiran saya sewaktu jalan-jalan mencari takjil tadi sore, sesuatu yang membuat saya mengawang-awang ke beberapa episode dalam hidup saya yang tentunya tidak akan sama dengan episode yang dijalani orang lain. Sesuatu yang terbesit tadi tidak lain adalah kata monoton. Yak, monoton, sesuatu yang cenderung berulang-ulang dan tidak bervariasi serta membosankan. Sudah hampir 20 tahun saya membintangi film pribadi saya di dunia ini, dan dari beberapa episode yang saya jalani beberapa diantaranya memang adalah episode yang monoton. Sesuatu yang selalu diulang lagi keesokan harinya dan terjadi lagi seterusnya. Perkaranya adalah, apakah hidup yang kita lalui ini monoton? ataukah hidup kita adalah hidup yang teratur?.Sabtu, 14 Agustus 2010
Hidup Monoton atau Hidup Teratur??
Entah kenapa tiba-tiba terbesit sesuatu dalam pikiran saya sewaktu jalan-jalan mencari takjil tadi sore, sesuatu yang membuat saya mengawang-awang ke beberapa episode dalam hidup saya yang tentunya tidak akan sama dengan episode yang dijalani orang lain. Sesuatu yang terbesit tadi tidak lain adalah kata monoton. Yak, monoton, sesuatu yang cenderung berulang-ulang dan tidak bervariasi serta membosankan. Sudah hampir 20 tahun saya membintangi film pribadi saya di dunia ini, dan dari beberapa episode yang saya jalani beberapa diantaranya memang adalah episode yang monoton. Sesuatu yang selalu diulang lagi keesokan harinya dan terjadi lagi seterusnya. Perkaranya adalah, apakah hidup yang kita lalui ini monoton? ataukah hidup kita adalah hidup yang teratur?.Kamis, 08 Juli 2010
Hot List Worldcup 2010
Piala Dunia memang meninggalkan banyak cerita dan kenangan. Nah kali ini saya akan memeberikan 11 nama pemain yang menurut saya cukup bersinar selama piala dunia 2010 meskipun hanya berasal dari klub yang kurang tenar. Inilah mereka dengan formasi 4-3-3 :
1. Eduardo de Reis Carvalho (Portugal)
Kiper kelahiran 19 September 1982 ini memang sempat diragukan sebagai penerus tongkat estafet Ricardo Perreira, tapi di Afrika Selatan pengawal gawang SC Braga ini tampil sangat baik dan membalikkan semua perseden buruk tentangnya. Ia mencatat 3 kali clean sheet dari 4 partai yang dilalui Portugal. Castrol Index pun memberinya poin 9,11 atas penampilannya di bawah mistar. Menurut kabar terakhir, dirinya sudah resmi meneken kontrak dengan Genoa dan siap menjajal peruntungan di Serie-A musim depan.
2. Stephan Lichtsteiner (Swiss)

Fullback kanan Lazio ini tampil cukup dominan di sisi kanan pertahanan Swiss, penampilan apiknya terlihat kala Swiss menumbangkan Spanyol di pertandingan pertama Grup H. Lichtsteiner sukses mematikan pergerakan David Silva dan Andres Iniesta, serta rajin naik membantu serangan. Kini pemain kelahiran 16 Januari 1984 ini digadang-gadang sebagai pengganti Douglas Maicon apabila pemain Brasil tersebut jadi hijrah ke Real Madrid. Castrol Index memberinya nilai 7,35. Cukup baik untuk ukuran pemain yang timnya tersisih di fase grup.
1. Eduardo de Reis Carvalho (Portugal)

Kiper kelahiran 19 September 1982 ini memang sempat diragukan sebagai penerus tongkat estafet Ricardo Perreira, tapi di Afrika Selatan pengawal gawang SC Braga ini tampil sangat baik dan membalikkan semua perseden buruk tentangnya. Ia mencatat 3 kali clean sheet dari 4 partai yang dilalui Portugal. Castrol Index pun memberinya poin 9,11 atas penampilannya di bawah mistar. Menurut kabar terakhir, dirinya sudah resmi meneken kontrak dengan Genoa dan siap menjajal peruntungan di Serie-A musim depan.
2. Stephan Lichtsteiner (Swiss)

Fullback kanan Lazio ini tampil cukup dominan di sisi kanan pertahanan Swiss, penampilan apiknya terlihat kala Swiss menumbangkan Spanyol di pertandingan pertama Grup H. Lichtsteiner sukses mematikan pergerakan David Silva dan Andres Iniesta, serta rajin naik membantu serangan. Kini pemain kelahiran 16 Januari 1984 ini digadang-gadang sebagai pengganti Douglas Maicon apabila pemain Brasil tersebut jadi hijrah ke Real Madrid. Castrol Index memberinya nilai 7,35. Cukup baik untuk ukuran pemain yang timnya tersisih di fase grup.
Selasa, 22 Juni 2010
Short Story About Worldcup 2010
Pagi ini saya memulai aktifitas seperti biasa, bangun siang (karena kuliah masuk siang :P), mandi, dan berangkat kuliah tanpa sarapan (udah kebiasaan dari SMP). Dalam perjalanan ke kampus, saya berpapasan dengan banyak sekali orang-orang yang membahas piala dunia. Beberapa perdebatan pun saya temui dari perbincangan orang-orang tadi. Bukan perdebatan panas memang, hanya sebatas hitung-hitungan siapa yang bakal lolos ke babak semifinal, dan siapa yang bakal mengemas koper lebih dini. Hitung-hitungan yang menurut saya lebih didasarkan faktor suka dan tidak suka ketimbang analisis mendalam tentang teknis di lapangan.
Yak, begitulah negeri ini, apapun yang menyangkut sepakbola pasti akan jadi bahan perbincangan yang menarik. Kultur sepakbola di Negeri ini sungguh dahsyat, segala lapisan dan kalangan akan berbaur kalau sudah berbicara masalah ini. Sayangnya prestasi timnas sepakbola kita tidak sedahsyat kultur tersebut. Sebuah pekerjaan rumah yang tak pernah diselesaikan Petinggi-petinggi PSSI, entah sudah berpuluh-puluh tahun lamanya prestasi timnas juga tidak cenderung membaik malah semakin kedodoran. Miris, tapi memang begitulah adanya.
Yak, begitulah negeri ini, apapun yang menyangkut sepakbola pasti akan jadi bahan perbincangan yang menarik. Kultur sepakbola di Negeri ini sungguh dahsyat, segala lapisan dan kalangan akan berbaur kalau sudah berbicara masalah ini. Sayangnya prestasi timnas sepakbola kita tidak sedahsyat kultur tersebut. Sebuah pekerjaan rumah yang tak pernah diselesaikan Petinggi-petinggi PSSI, entah sudah berpuluh-puluh tahun lamanya prestasi timnas juga tidak cenderung membaik malah semakin kedodoran. Miris, tapi memang begitulah adanya.
Sabtu, 19 Juni 2010
Jumat, 04 Juni 2010
Kamis, 03 Juni 2010
Angels And Airwaves - LOVE
Hello, This time I will give you the review of Angels and Airwaves new Album : LOVE.Download this album for Free at their website --> http://www.angelsandairwaves.com
Let's start the REVIEW!
#1-Et ducit Mundum per Luce
Dalam Bahasa Indonesia kurang lebih berarti "memimpin dunia dengan pencerahan" (maaf kalo salah ^_^). Trek berdurasi 2:34 menit ini hanya berisi alunan instrumental synthesizer dengan ambience khas AVA, Preambule yang menarik!
#2-The Flight of Apollo
Diawali ambience semacam raungan mesin, vokal Tom DeLonge masuk diiringi dentingan synthesizer, Lagu ini bercerita tentang lamunan seseorang tentang kehidupannya, semacam pencarian identitas diri. Suara Tom DeLonge terasa dominan di trek berdurasi 6:15 menit ini, selain suara ambience yang membuat kita serasa "Terbang". One of my favorite track so far.
#3- Young London
Trek berdurasi 5:04 menit ini punya beat yang sangat “Blink 182”, melodi gitar David yang terdengar mirip intro “The Adventure” bakal mengawali lagu ini. Kejutan buat kita ada di menit 3:50, pukulan drum Atom bakal membuat kita berpikir kalo trek ini udah selesai, tapi ternyata ada outro berupa suara synthesizer selama satu menitan yang (lagi-lagi) enak didengar!
#4-Shove
Lagu bertempo sedang ini punya pilihan nada yang easy listening, liriknya berisikan tentang seseorang yang cintanya ditolak. Pada beberapa bagian, lagu ini akan terdengar seperti “Everything’s Magic” namun dengan tempo yang lebih pelan. Lagu berdurasi 6:35 menit ini ditutup dengan suara “gothic” dan outro gitar fade out.
#5- Epic Holiday
Pukulan Jazzy Atom Willard dan Intro gitar khas David Kennedy bakal mengawali lagu bertempo sedang ini, dan lagi-lagi Tom bakal terdengar dominan di lagu ini. Suara sengaunya bakal jadi sajian utama di Trek berdurasi 4:38 menit ini. Another my favorite track.
#6- Hallucinations
Masterpiece dari album ini dan juga single pertama album ini. Trek berdurasi 4:40 menit ini merupakan bukti kalo AVA adalah band besar yang memiliki musikalitas yang bagus. Lagu ini benar-benar terbungkus dengan rapih dan memiliki pilihan not yang nyaman untuk didengarkan. Semua instrumen yang ada di lagu ini bersinergi dengan mantap. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang mengalami halusinasi dengan sesorang yang dicintainya, pemilihan tema yang cerdas dari seorang Tom DeLonge. Satu kata untuk lagu ini : SEMPURNA.
#7 – The Moon-Atomic ( ….Fragments and Fictions)
Trek berdurasi 6:17 menit ini cukup easy listening. Atom Willard dan Matt Wachter berperan besar menjaga ritme lagu ini agar tetap nyaman didengarkan dan tetap terdengar seperti AVA. Lagu ini terhenti di menit ke 4:25 untuk memberikan ruang bagi “bebunyian aneh” khas AVA untuk menutup lagu ini, Cerdas.
#8 - Clever Love
Trek berdurasi 4:28 menit ini terdengar mellow dengan iringan denting piano dan ambience khas AVA di awal-awal lagu. Namun susana mendadak berubah di tengah-tengah lagu dengan masuknya David dan naiknya tempo dan power pukulan Atom. Another nice song of this album.
#9 – Soul Suvivor (…..2012)
Lagu bertempo middle ini cukup menarik perhatian, diawali dengan synthesizer vocal manis Tom DeLonge lagi-lagi sukses membuat lagu ini nyaman di kuping kita. Cermati juga pilihan ketukan dan pukulan Atom Willard, He did a great job in this track. Anyway, trek ini berdurasi 4:05 menit.
#10 – Letter to God part II
Trek berdurasi 4:06 menit merupakan sekuel dari lagu “Letter to God” milik Box Car Racer, bercerita tentang keluh kesah manusia terhadap kehidupan yang dijalaninya. Lagu ini cukup terdengar berrnuansa Box Car Racer, namun dikemas dengan kemasan AVA.
Ini dia track yang menjadi penutup akhir dari album ini, Trek ini berdurasi cukup panjang yakni sekitar 5:20 menit. Pada beberapa bagian, lagu ini terdengar mirip “The Adventure”. Lagu bertemakan tough love ini diakhiri dengan outro fade out gitar David Kennedy.
Whoa, that’s all MY OPINION about each track of this album. Overall this album is very worth to have. Go grab it at http://www.angelsandairwaves.com for FREE!
Adios - Gale
Langganan:
Postingan (Atom)




















