Ah, ternyata September sudah berganti menjadi Oktober yang ternyata adalah bulan kesepuluh pada kalender saya di rumah, dan mungkin juga di kalender rumah kalian (Yaiyalah gelaaa (¬_¬"), lu kata kalender beda-beda). Saat tulisan ini mulai dibuat, 7 Oktober 2011, ternyata kota Jogjakarta yang Istimewa dan Berhati Nyaman sedang berulangtahun yang ke-255 tahun. Sebuah kebetulan yang menyenangkan karena tulisan saya kali ini akan menceritakan bagaimana saya dan kawan-kawan saya bersilaturahmi ke Jogjakarta beberapa waktu yang lalu. Dan sebagai awalan, mari kita buka tulisan ini dengan ucapan selamat kepada yang sedang berulangtahun, SELAMAT ULANG TAHUN JOGJAKARTA!! ƪ(˘(••)˘)ʃ
*niup terompet* \(‾▿‾\) (/‾▿‾)/
*sebar-sebar kertas glitter*┌(˘o˘)ʃ ƪ(˘o˘)ʃ
*tepuk tangan*
********
Jadi sebenarnya perjalanan ke Jogja ini adalah sesuatu yang tidak diagendakan sama sekali sebelumnya. Awal mulanya hanyalah (kalau tidak salah ingat sih) obrolan antara saya, Roni, Reza, Bayu, dan Suhe, oh Usman juga ada hari itu, di teras kos saya yang berdebu dan ditemani beberapa gelas es teh dan kopi yang dipesan dari warkop terdekat. Hari itu sedang siang yang terik menggemaskan, menjelang adzan dhuhur. Kebetulan kita sengaja berkumpul siang itu karena memang hari itu adalah hari pendaftaran bagi mahasiswa tingkat akhir seperti kami, untuk mengikuti yudisium.
Awal mulanya sih rencana kita adalah pengembaraan (baca: menggembel) ke kota kembang, Bandung, dengan bermodalkan uang rapelan yang besarnya tidak sebesar payudara Malinda Dee, ditambah "jatah preman" dari 3 orang yang berulang tahun tapi belum melaksanakeun ritual traktiran. Bisa ditebak, salah satu dari tiga orang yang kurang beruntung itu adalah saya щ(ºДºщ) grraaahhh... *elus-elus dompet* *nangis di bawah air terjun*, jadilah uang rapelan saya yang sudah tidak seberapa itu jadi semakin tidak seberapa, karena ada seberapa yang harus didonasikan ke kas rombongan.
Oh iya, asal tahu saja, penetapan Bandung sebagai destinasi awal adalah karena otak-otak pervert teman-teman saya ini memang brilian. Tujuan utama mereka ke bandung ada 2, yang pertama adalah cuci mata liat cewek-cewek geulis Bandung, yang kedua adalah cuci mata liat cewek-cewek geulis Bandung! *apeu*
Tapi semua berubah ketika negara api menyerang.... *jeng jeng jeng* *kemudian hening*