Jumat, 21 Desember 2012

Semua Orang Menggulung Celananya : Kompilasi Lagu-lagu Penyambut Hujan

Bukan kebetulan kalau hujan sering diidentikkan dengan kesedihan. Tanyakan kepada Sapardi Djoko Damono, dan beliau akan mengamini hal tersebut dengan sederhana saja, dengan kata yang tak sempat terucap. Karena memang, air yang tumpah dari langit itu selalu punya caranya sendiri untuk membolak-balikkan perasaan manusia. Yang awalnya ceria, berganti muram. Yang tadinya tenang, mendadak temaram. Yang semula gundah, kian tenggelam dalam sendu dan melankolia.

Tapi hujan juga adalah anugrah dari Tuhan. Berkat hujan, petani jadi tak khawatir lagi soal nasib tandurannya. Berkat hujan, sungai-sungai yang tadinya sirep mulai mengalir lagi seperti sediakala. Berkat hujan, sumur-sumur yang tadinya kering jadi terisi kembali volumenya. Dan berkat hujan juga, kadang-kadang, inspirasi untuk membikin nada-nada yang apik serta menulis lirik-lirik yang bernas, akhirnya keluar.

Dan untuk itulah kita berterimakasih.
Kini, hujan tak melulu harus disesap mentah-mentah lewat udara dingin, jalanan becek, baju yang basah, dan tak-tik-tuk suara berisiknya kala menghantam genting. Kini, hujan juga tak melulu harus dihadapi dengan termenung dan perasaan sepi saja. Sebab hujan, juga bisa disambut sambil mendengarkan lagu-lagu. Lagu-lagu yang, menukil kata Sapardi, menyihirmu agar sama sekali tak sempat mengaduh saat menangkap wahyu yang harus kau rahasiakan. Lagu-lagu, yang memang paling pas untuk didengarkan saat hujan sedang turun.

Atas dasar itulah, saya dan beberapa kawan, sepakat untuk membuat daftar sepuluh lagu yang patut didengarkan kala hujan turun. Berikut adalah lagu-lagu pilihan saya yang terkompilasi dalam mixtape berjudul "Semua Orang Menggulung Celananya". Dan seperti yang sudah-sudah, penomoran yang tertera di sana bukan mencerminkan urutan atau rangking. Check it out!



1. Payung Teduh - Rahasia

Harus diakui, memasukkan Payung Teduh ke dalam list ini adalah pilihan yang kelampau mainstream. Tapi saya rasa semua orang juga sepakat, bahwa kenyataannya, hampir seluruh lagu milik Payung Teduh adalah tulang rusuk yang hilang dari sebuah hujan. Semacam pasangan, yang memang sudah digariskan oleh Tuhan. Mendengarkan lagu-lagu Payung Teduh saat hujan sedang turun, adalah seperti menyantap semangkuk mie instan rebus pada tengah malam yang dingin dan sepi : kenikmatannya meningkat berkali-kali lipat.

Kalau mau serakah, sebetulnya bisa saja list ini saya isi penuh dengan lagu-lagu milik Mas Is dan kawan-kawannya. Tapi nanti malah tulisan ini jadi semacam resensi lagu-lagu milik Payung Teduh, dan bukan sebuah kompilasi lagi. Maka dari itu, cukup satu lagu saja yang dimasukkan ke dalam list ini. Dan lagu yang saya pilih adalah Rahasia. Sebuah lagu dengan formula khas milik Payung Teduh : vokal yang sendu, lirik yang membunuh, serta aransemen yang selalu sanggup membuat kita mbrebes mili, sepanjang hari.
Yang kau tinggalkan hanya harum tubuhmu
Berikan suaramu, bawa semua bisikanku memanggil namamu
- Bilamanakah? saat hujan malam hari, dan kamu mencapai puncak rindu yang paling dahsyat, menurut Sudjiwo Tedjo : dengan mendoakan orang yang kamu sayang, secara diam-diam.


2. My Chemical Romance - Cemetery Drive

Orang-orang mungkin akan memilih I Don't Love You, Helena, Famous Last Word ataupun The Ghost of You sebagai lagu My Chemical Romance yang paling membikin ngilu ulu hati ketika didengarkan saat hujan turun. Tapi bagi saya, Cemetery Drive adalah yang terbaik untuk kategori tersebut. Permainan bahasa dan diksi yang digunakan Gerard Way dalam liriknya sukses membikin lagu ini terasa sangat misterius di awal-awal, sebelum akhirnya menusuk dengan elegan ketika memasuki bagian reff-nya. Mendengarkan lagu ini ketika hujan sedang turun, adalah salah satu alasan kenapa move on tidak pernah jadi sesuatu yang mudah bagi kita semua. Oh, kecuali kalau anda termasuk jama'ah Aurel-iyah.
I miss you...
I miss you, so... far
And the collision of your kiss that made it so hard
- Bilamanakah? saat hujan sore hari, dan kamu baru beberapa hari putus dengan pacar. Lalu kamu menyesal. Sangat Menyesal.


3. The Rain - Terlalu Indah

Mungkin cuma kebetulan saja, kalau lagu-lagu milik The Rain selalu mampu bersinergi secara apik dengan sebuah hujan, sesuai dengan namanya. Tapi mungkin juga tidak. Sebab, band asal Yogyakarta ini memang piawai membikin lagu-lagu sendu, yang ketika disetel saat hujan turun, akan membuat udara terasa jauh lebih dingin daripada ekspresi wajah Kristen Stewart ketika kasus perselingkuhannya terungkap media. Dan Terlalu Indah, adalah masterpiece untuk orang-orang sedang patah hati, namun mempunyai itikad baik untuk move on dan membuka lembaran baru.
Kita harus menerima bahwa memang tak ada kisah yg bisa sempurna.
Seperti yang selalu diimpikan...
Dan mimpi tak selalu jadi kenyataan.
- Bilamanakah? saat hujan di tengah malam hanya berupa rintik-rintik kecil, sekecil peluangmu untuk balikan lagi dengan dia. D'uh.


4. Frau - Mesin Penenun Hujan

Leilani Hermiasih atau yang lebih kita kenal sebagai Frau, memang bukan musisi sembarangan. Lewat Mesin Penenun Hujan, Frau berhasil menyulap hujan yang tadinya terasa menyebalkan menjadi lebih hangat dan menenangkan, meskipun, lirik dalam lagunya berkisah mengenai perpisahan dan mayoritas memakai nada-nada minor. Agak aneh memang, tapi setidaknya begitulah yang saya rasakan saban menyetel lagu ini. Menyambut hujan dengan mendengarkan lagu ini, akan membuat mendung kelabu yang terlihat dari beranda rumah anda jadi berubah cerah, secerah pulasan make up di wajah Syahrini.
Merakit mesin penenun hujan
Ketika engkau telah tunjukkan
Semua tentang kebalikan,
Kebalikan di antara kita.
- Bilamanakah? hujan yang tak begitu deras di sore hari, dan kamu memutuskan untuk menikmatinya dari teras rumah dengan duduk santai sambil minum kopi atau teh panas. Lalu kamu sadar, bahagia itu memang sederhana.


5. Hellogoodbye - Baby It's Fact

Pramoedya Ananta Toer pernah ngendika lewat bukunya bahwa, apa yang ada dihadapan manusia hanyalah jarak. Dan batasnya adalah ufuk. Begitu jarak ditempuh, sang ufuk menjauh. Dan yang tertinggal di belakang, juga adalah jarak. Mereka, jarak dan ufuk, adalah unsur yang abadi. Dan tidak ada romantika yang cukup kuat untuk menaklukan atau menggenggamnya.

Tapi bagi kaum LDR-ians tidak demikian adanya. Mereka, para LDR-ians, tetap keukeuh memelihara asa dengan pasangannya masing-masing. Walaupun mereka tahu, terbentang jarak yang menganga di antara mereka, sehingga membikin mereka tak bisa leluasa untuk bertemu setiap saat. Maka dikirimkanlah kepada mereka lantunan Baby It's Fact milik Hellogoodbye. Dan mereka menyetelnya keras-keras, melalui pemutar musik mereka, supaya mereka dikuatkan. Dan jadilah lagu tersebut theme song yang tepat untuk para LDR-ians yang berusaha tetap memegang teguh komitmen dan kesetiaan mereka, walau jengah terus menerus dirundung rindu yang tak bisa dituntaskan. Apalagi ketika hujan menyambar-nyambar di malam minggu.
Baby, it's fact, that our love is true
The way black is black
And blue is just blue
My love is true, it's a matter of fact
Oh, and you love me too
It's as simple as that
- Bilamanakah? saat hujan di malam minggu, dan kamu jadi ingin menelpon pacar yang ada di seberang provinsi. Atau pulau. Atau benua. Atau planet? bebas lah.


6. L'arc~En~Ciel - Anata

Saat L'arc~en~Ciel menggelar konsernya di Jakarta, 2 Mei silam, hujan rintik-rintik sempat mengguyur venue ketika Laruku tengah menggeber set encore-nya. Dan ketika Anata mulai dimainkan, dalam keadaan kehujanan, satu persatu tangan-tangan penonton yang tadinya mengayun ke kiri dan kanan — sebagaimana koreografi yang jamak dilakukan penonton untuk menghayati lagu-lagu ballad, secara bergantian turun untuk menyeka air mata yang menyembul dari pelupuk mata masing-masing. Konser yang tadinya berjalan riang, mendadak dipenuhi orang-orang yang mbrebes mili, larut dalam sedu sedannya masing-masing. Malam itu, karena sebuah lagu, Lapangan D Senayan diguyur hujan, secara denotatif dan konotatif.

Saya memang tak berada di lokasi kejadian ketika ribuan Cielers (sebutan untuk fans Laruku) sesenggukan menahan haru memandangi Hyde dkk memainkan lagu tersebut. Tapi rasa-rasanya, penuturan mayoritas Jama'arc Laruku-iyah yang tak malu-malu mengakui bahwa mereka menitikkan air mata ketika menyaksikan live performance Anata malam itu, sudah cukup untuk menggambarkan bagaimana magisnya lagu ini ketika didengarkan saat hujan turun. Dan hal itu sudah cukup untuk membikin saya dengan senang hati memasukkannya ke dalam list ini.
mune ni itsu no hi ni mo kagayaku   //    in my heart from someday on, it will shine
anata ga iru kara   //    because you are here
namida karehatetemo taisetsuna   //    even until all of my tears dry, so precious
anata ga iru kara   //    because you are here
-Bilamanakah? saat hujan sangat deras di malam hari, dan kamu ingat seseorang yang sudah pergi untuk selama-lamanya. Tissue, mana tissue?


7. Coldplay - Fix You

Chris Martin dan gerombolan Coldplay-nya memang hobi membikin lagu sinting yang acapkali membuat kita megap-megap terpana berkat pilihan nada yang mereka racik. Tapi Fix You, adalah lagu yang betul-betul kurang ajar. Kita telah ditipu mentah-mentah oleh mereka. Kita sudah dikadali habis-habisan oleh mereka. Sebab kenyataannya, Fix You tidak pernah memperbaiki apa-apa. Yang ada malah membikin kita semakin ingat dengan seseorang-yang-sudah-tak-bersama-dengan-kita-lagi. Sialan!
And the tears come streaming down your face
When you lose something you can't replace
When you love someone, but it goes to waste
Could it be worse?
- Bilamanakah? jangan menyetel lagu ini saat hujan malam hari, apalagi malam minggu. Pokoknya jangan, mblo!


8. Keane - We Might As Well Be Stranger

Kadang-kadang, kita merasa beruntung pernah bertemu dengan seseorang. Kadang-kadang, kita bersyukur pernah mengenal seseorang. Tapi kadang-kadang, kita juga menyesal. Tapi kadang-kadang, kita juga ingin mengulang waktu dan merubah takdir supaya tak pernah mengenal atau bertemu dengan seseorang. Dengan seseorang-yang-sudah-tak-bersama-dengan-kita-lagi, misalnya, atau seseorang-seseorang lain, yang memang lebih baik tetap menjadi asing saja buat kita. Tapi ini bukan menyoal perpisahan yang menyakitkan. Ini karena kita selalu mencoba untuk melupakan, tapi kemudian gagal. Sebab, seperti kata Pidi Baiq, perpisahan tidaklah menyedihkan, yang menyedihkan adalah bila habis itu saling lupa. Makanya, we might as well be stranger, tho?
We might as well be strangers in another town
We might as well be living in a another time
We might as well...
We might as well...
We might as well, be strangers
- Bilamanakah? ketika hujan sedang dalam perpaduan antara kondisional milik Fix You dan Cemetery Drive. Ribet? Yah, namanya juga hidup.


9. Boomerang - Pelangi

Saya selalu merasa bersyukur tumbuh besar di era 90-an yang bergelimang band-band dengan musikalitas yang bisa dipertanggungjawabkan secara valid. Boomerang adalah salah satunya, meskipun band ini acap dituding sebagai pegiat napak tilas Guns and Roses — terima kasih kepada John Paul Ivan yang selalu berangkat ke panggung dengan dandanan ke-Slash-Slash-an.

Tapi Boomerang adalah band yang akan tetap jadi besar, dengan atau tanpa tudingan tersebut. Lagu-lagu yang mereka bikin, akan selalu menjadi himne bagi mereka-mereka yang tumbuh besar di era 90-an seperti saya. Dan Pelangi, adalah salah satu tembang yang mampu membuat hujan sederas apapun berubah menjadi gerimis rintik-rintik yang cocok untuk setting latar FTV. Dan terkhusus untuk bagian intronya, intro milik Pelangi adalah salah satu intro gitar terbaik yang pernah dibikin oleh seorang manusia — terima kasih lagi kepada John Paul Ivan, this time you are doing it right, brat.
Pelangi...di seberang rencana aku berdiri
Pelangi...rengkuh aku di relung hati
Pelangi...sentuh aku tinggalkan mimpi
Pelangi...buang gelisah jangan lepaskan aku,
oh pelangi.
-Bilamanakah? saat hujan dan kamu sedang berdua dengan seseorang-yang-kamu-sayang, ambillah gitar dan mulailah menyanyikan lagu ini untuknya. Kunci gitarnya gampang kok.


10. Efek Rumah Kaca - Desember

Tidak ada lagu yang lebih identik dengan hujan selain nomor ballad milik Efek Rumah Kaca yang satu ini. Liriknya yang puitis, dengan metafora yang bertebaran di mana-mana, membuat lagu ini jadi salah satu lagu yang liriknya paling saya sukai. Aransemen petikan gitar Cholil, dentuman bass Adrian, serta pukulan drum maknyess dari Akbar di sepanjang lagunya, juga tak menghasilkan apa-apa kecuali sebuah lagu yang bernas dan mematikan. Lagu ini adalah salah satu lagu yang membuat kita selalu merasa punya romantisme tersendiri dengan sebuah hujan.
Sampai nanti ketika,
Hujan tak lagi meneteskan duka, meretas luka
Sampai hujan memulihkan luka
- Bilamanakah? saat hujan di bulan Desember.


#Bonus tracks :

11. Credence Clearwater Revival - Who'll Stop The Rain
12. The Trees and The Wild -  Verdure
13. Bonnie Pink - It's Gonna Rain
14. Snow Patrol - Signal Fire
15. The Doors - Riders on the Storm


Jadi, sihir hujan mana lagi yang kamu dustakan??


Adios - Gale

 ~tanbihat - karena hujan bukanlah milik satu atau sebagian orang saja, maka beberapa kawan pun membuat daftar lagu-lagu penyambut hujan versi mereka. Dan untuk membacanya, sila mengunjungi :

7 komentar:

  1. Galau betul ternyata kau nak..ckckck

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya kan cuma berguru kepada anda, suhu. *membungkuk*

      Hapus
  2. Mana Ingin Hilang Ingatannya Rocket Rocker? Manaaaaaa???

    BalasHapus
    Balasan
    1. ah lupa, lagian ingin hilang ingatan itu multiseason, ga harus hujan, tetep galaw :p

      Hapus
  3. Ngomong-ngomong saya sudah berhasil muf on :)

    BalasHapus
  4. Payung Teduh sama Efek Rumah Kaca masih jadi favorit didengerin pas hujan yak.
    Ngomong-ngomong tulisannya bagus bener, untung dulu pas mau mosting ga baca ini dulu :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya Payung Teduh sama ERK kan, belahan jiwanya hujan. #tsaaahhh

      Hapus