Kala waktu silam, saya pernah membikin satu janji lewat kericau belantara twitter, yang kurang lebih isinya berbunyi begini : "Jikalau Robin Van Persie, yang kedulu beken sebagai kapten, topskor, serta lokomotif pengerek laju Arsenal musim lalu itu benar-benar sudi mengganti kostum berlogo meriam jadul milik Arsenal dan menggantinya dengan seragam "taplak meja" merah hitam milik Manchester United, yang konon telah dinobatkan sebagai salah satu fashion item paling awful sejagad raya itu, maka saya akan dengan senang hati membeli sebiji jersey "taplak meja" tersebut, lengkap dengan nameset bertuliskan namanya di punggung."
Minggu, 16 September 2012
#20
Kala waktu silam, saya pernah membikin satu janji lewat kericau belantara twitter, yang kurang lebih isinya berbunyi begini : "Jikalau Robin Van Persie, yang kedulu beken sebagai kapten, topskor, serta lokomotif pengerek laju Arsenal musim lalu itu benar-benar sudi mengganti kostum berlogo meriam jadul milik Arsenal dan menggantinya dengan seragam "taplak meja" merah hitam milik Manchester United, yang konon telah dinobatkan sebagai salah satu fashion item paling awful sejagad raya itu, maka saya akan dengan senang hati membeli sebiji jersey "taplak meja" tersebut, lengkap dengan nameset bertuliskan namanya di punggung."
Minggu, 02 September 2012
#KamisKeBioskop : Perahu Kertas - Bagian 1
Saya bukanlah militan garis keras seorang Dee Lestari. Di antara sederetan buku-buku tulisannya yang selalu laris manis itu, saya cuma memiliki dua buah judul saja yang terselip di rak buku saya. Dan Perahu Kertas bukanlah salah satu di antaranya. Akan tetapi ketika saya mengetahui kalau Perahu Kertas akan diangkat ke layar lebar, entah kenapa saya malah lebih penasaran ingin menonton filmnya daripada membaca novelnya. Mungkin karena di antara jajaran cast-nya yang cukup mentereng itu, tersempil nama Maudy Ayunda yang selalu berhasil mempesona saya dengan dua gigi kelincinya yang menggemaskan, saban ia tersenyum lepas.
Maka ketika Kamis kemarin, tiga orang kawan mengajak saya untuk menyaksikannya di bioskop selepas pulang dari kantor, saya langsung menerima ajakan tersebut tanpa berpikir panjang. Jadilah hari itu saya menghabiskan malam Jum'at dengan menonton salah satu film drama Indonesia, yang menurut saya, paling indah dari sisi visual, paling megah dari segi tata suara, serta memorable dalam jalan cerita. Saya benar-benar menikmati berlayar bersama Perahu Kertas malam itu.
Minggu, 26 Agustus 2012
Menunggu Air Bah dari Noah
Saya tahu, dia tahu, anda tahu, dan mungkin semua orang juga sudah tahu, bahwa terhitung sejak tanggal 23 Juli silam, Ariel telah bebas dari penjara. Dan terhitung sejak tanggal itu pula, detik-detik kebangkitan Peterpan, dari mati surinya yang cukup panjang itu, akan segera dihitung mundur. Peterpan, akan hidup kembali dan meramaikan industri musik nasional.
*********
Menikmati musik pop arus utama tanpa menghiraukan keberadaan Peterpan dalam memetakan pergolakan yang telah, sedang, dan akan terjadi di dalamnya adalah sebuah kesalahan yang teramat besar. Sebab, ditangan mereka lah, musik pop mainstream Indonesia pernah meletakkan kiblatnya. Terutama semenjak Sheila On 7 mulai meninggalkan ceruk yang menganga selepas era keemasan mereka.
Rabu, 15 Agustus 2012
Enigma Sepakbola Nasional
~tulisan ini juga bisa dibaca di kolom BeritaSatu : http://www.beritasatu.com/blog/olahraga/1846-enigma-sepak-bola-nasional.html
Saya kerap kebingungan saban menyimak berita-berita soal sepak bola nasional belakangan ini. Selain karena beritanya yang lebih sering berisi hal-hal yang nyeleneh, informasinya juga kerap tidak konsisten dan mudah berubah-ubah.
Kala waktu di media berujar A, tapi beberapa hari kemudian yang terjadi malah B. Inkonsisten, asbun, dan membikin kita yang menonton ingin membentur-benturkan kepala ke tembok.
Misalnya saja soal boleh tidaknya pemain-pemain dari kompetisi Indonesian Super League (ISL) –yang diorganisir oleh Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI)– untuk memperkuat timnas di ajang internasional.
Sabtu, 04 Agustus 2012
Hayya 'Alaas Selo : Sebuah Tinjauan Ramadhan dari Sudut yang Berbeda
" BLAARRRR!! "
Belakangan, saban malam tiba, bunyi petasan menjadi musik yang familiar terdengar dari belakang rumah saya. Bunyi jedotannya yang sudah cukup mengganggu itu makin terdengar onar kala tertimpali jejeritan dan cekikikan bocah-bocah yang menyulutnya. Cukup mengganggu bagi orang yang sedang leyeh-leyeh di depan tipi akibat kekenyangan melahap bhineka rupa makanan buka puasa.
Bukan bermaksud untuk jadi manusia yang "nggak asyik", tapi sepertinya kesibukan kantor belakangan ini telah membikin saya jadi "tua", baik secara denotatif maupun konotatif. Saya lupa, kalau dulu saya juga pernah seperti mereka, membisingi setiap telinga-telinga tetangga dekat rumah dengan menjadi teroris bau kencur bersenjatakan mercon lombok, mercon teko, ataupun mercon korek yang kebanyakan kerap mejan kala disulut.
Sabtu, 07 Juli 2012
Ode Buat Balotelli
Usai sudah hajatan besar publik sepakbola Eropa yang dihelat tiap empat tahun sekali itu. Spanyol, yang bergelar sebagai incumbent, sukses mempertahankan piala yang mereka gondol empat tahun lalu, setelah mengalahkan Italia dengan skor cukup telak, 4 – 0. Spanyol sukses mencetak sejarah sebagai tim pertama yang mampu meraih gelar jawara secara back-to-back, sementara Italia harus mengubur dalam-dalam impian mereka untuk meraih gelar Euro mereka yang kedua.
Di akhir laga, kita pun disuguhi dengan dua adegan yang bertolak belakang. Bagaimana lompatan girang pemain-pemain Spanyol di tribun pengalungan medali berbanding terbalik dengan mata berkaca-kaca dan langkah gontai para punggawa Gli Azzuri yang menyasikan dari tengah lapangan.
Langganan:
Postingan (Atom)





